Image default
Akuntansi

Apa Saja Jenis Akuntansi yang Berguna untuk Bisnis? Yuk, Simak Info ini!

Dalam sebuah bisnis salah satu ilmu yang cukup penting adalah akuntansi, hal ini tak lepas dari tujuan akhir dari sebuah bisnis adalah uang. Maka dari itu ilmu akuntansi cukup penting untuk Anda pelajari, terutama untuk beberapa jenis akuntansi yang berguna untuk bisnis.

Peran Akuntansi dalam Sebuah Bisnis

peran akuntansi
Source: Pexels.com

Pada dasarnya akuntansi merupakan salah satu ilmu untuk mengelola dan melaporkan keuangan. Akuntansi berfokus untuk mengukur dan merangkum kegiatan bisnis untuk mendukung strategi bisnis yang akan diambil kedepannya. Tak heran jika banyak yang beranggapan akuntansi memiliki peran yang cukup penting dalam sebuah bisnis.

Baca Juga: Akuntabilitas Akuntansi: Pengertian, Prinsip, Jenis, Dimensi dan Fungsinya

1. Akuntansi Sebagai Pengendali Keuangan

Untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatan, setiap bisnis harus mampu mengendalikan aliran keuangannya. Disinilah akuntansi memegang peranannya, melalui pengawasan dan pengelolaan dana yang tepat mencapai tujuan bukanlah impian semata.

2. Akuntansi Dapat Membantu Pengambilan Keputusan

Informasi keuangan yang akurat dari laporan akuntansi, pastinya akan membantu para stakeholders dalam pengambilan keputusan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kelangsungan bisnis dari sebuah perusahaan.

3. Akuntansi Dapat Membantu Memantau Pertumbuhan Bisnis

Selain mengambil keputusan, stakeholder juga harus melihat dan memantau pertumbuhan bisnisnya. Hal ini mempengaruhi penyusunan pembukuan dan kapan bisnis harus melakukan expansi.

Jenis Akuntansi yang Berguna Untuk Bisnis

jenis akuntansi untuk bisnis
Source: Pexels.com

Dari peranannya yang cukup penting untuk bisnis, sebagai seorang pebisnis ada baiknya Anda mempelajari beberapa jenis akuntansi. Selain mendukung kelangsungan bisnis, akuntansi dapat mengurangi risiko kecurangan oknum pada bisnis yang kamu jalankan.

1. Akuntansi Keuangan

Jenis pertama yang harus Anda pelajari adalah akuntansi keuangan, yang mencakup proses pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan transaksi keuangan pada operasi bisnis untuk periode tertentu.  Laporan yang dimaksud antara lain adalah laporan laba rugi , neraca , laporan arus kas dan laporan laba ditahan. 

Tujuan akuntansi ini adalah memberi informasi untuk pelaporan eksternal, sehingga akuntan, kolega dan manajer dapat menyusun strategi terbaik untuk bisnisnya. Selain itu mereka juga melacak seluruh aktivitas keuangan yang dicatat relevan dengan laporan keuangan. 

Tugas dari akuntan keuangan dan timnya berkecimpung dengan pendapatan dan pengeluaran, dengan cakupan pengawasan pada akuntansi buku besar, hutang, piutang, penggajian, manajemen hibah dan aset tetap. 

Dalam penerapannya akuntansi ini meliputi dua kegiatan, mulai dari cash accounting (akuntansi tunai) dan accrual accounting (akuntansi akrual). Fungsi akuntansi tunai sangat erat dengan transaksi tunai, sedangkan akuntansi akrual mencakup seluruh keuangan yang ada.

2. Akuntansi Biaya

Berikutnya ada akuntansi biaya bertujuan untuk mencatat, mengukur dan melaporkan total biaya produksi suatu bisnis. Cakupannya adalah mengukur biaya tetap dan biaya variabel dari setiap fase produksi bisnis. Analisis total biaya produksi bisnis membantu manajemen untuk membuat keputusan strategis, khususnya pada proses produksi. 

Jenis akuntansi ini dapat mempengaruhi akuntan keuangan dan manajerial,karena mereka mengawasi semua biaya variabel dan biaya tetap. Hal ini berfungsi untuk melihat apakah output sejalan dengan biaya untuk menghasilkan suatu produk. Dengan begitu akan ada keputusan yang tepat untuk masa depan bisnis dalam bidang produksi.

Akuntansi ini mencakup beberapa kegiatan diantaranya adalah akuntansi biaya standar, fungsinya adalah identifikasi perbedaan biaya produksi dan anggaran yang diajukan. Lalu ada akuntansi biaya berbasis aktivitas, lean accounting dan juga akuntansi biaya marginal.

Baca Juga: Tujuan Akuntansi, Manfaat dan Fungsinya untuk Bisnis

3. Akuntansi Manajemen

Jenis berikutnya adalah akuntansi manajemen, yang berfokus untuk menggunakan informasi keuangan sebagai bahan pembuatan rencana dan keputusan strategis. Data yang dikumpulkan terdiri dari informasi seluruh bidang akuntansi dan departemen bisnis. 

Akuntansi ini akan sangat membantu untuk analisa dan pembuatan anggaran, dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan utama dari akuntansi manajerial adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. 

Teknik analisa yang digunakan meliputi analisis margin, kendala, tren, perkiraan dan penganggaran modal bisnis. Dimana seluruh analisa akan membantu mengembangkan serta mengkondisikan bisnis dalam kondisi paling primanya.

4. Akuntansi Perpajakan

Sebagai pebisnis yang berjalan di sebuah negara taat hukum, pastinya pajak menjadi sebuah keharusan setiap wajib pajak badan. Oleh karena itu jenis akuntansi ini cukup penting untuk Anda pelajari. Karena akuntansi ini membantu Anda untuk menghitung dan melaporkan pajak yang harus Anda setorkan.

Akuntansi perpajakan berfokus pada pajak daripada laporan keuangan tahunan perusahaan. Fungsinya agar pelacakan dana (aliran masuk dan arus keluar) yang terhubung dengan entitas dan individu dapat terlacak, sehingga dapat meminimalisir tindak kecurangan dalam pembayaran pajak. 

Pada dasarnya undang-undang perpajakan bersifat kompleks dan sering berubah, sehingga dengan mempelajari pajak dengan seksama bisnis bisa mengeluarkan biaya yang semestinya. 

Karena sangat ribet biasanya bisnis akan menyewa akuntan pajak atau menggunakan aplikasi akuntansi yang menyediakan fitur pajak dengan undang-undang terkini. Contohnya seperti aplikasi Accurate dari Meet Solutions, yang menyediakan fitur pajak otomatis dengan rujukan undang-undang terkini yang selalu di update.

5. Akuntansi Audit

Jenis akuntansi audit adalah kegiatan pemeriksaan objektif dan evaluatif, mengenai laporan keuangan perusahaan yang dilakukan secara internal atau eksternal oleh entitas pemerintah. Kegiatan audit sendiri mencakup setidaknya 3 kegiatan, mulai dari audit internal, audit eksternal dan audit IRS.

Fungsinya pun berbeda-beda, misalnya audit internal yang berfungsi sebagai alat manajerial dalam meningkatkan proses dan pengendalian internal. Sedangkan audit eksternal yang dilakukan oleh kantor akuntan, berguna untuk mereview dari kedua laporan keuangan dan pengendalian internal perusahaan. 

Ada juga Audit IRS atau sering disebut audit pajak, karena prosesnya akan meninjau informasi keuangan bisnis. Fungsinya adalah untuk memastikan bahwa informasi tersebut telah dilaporkan dengan sebenar-benarnya dan sesuai dengan undang-undang perpajakan.

6. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi (AIS) merupakan sistem yang dibangun untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses seluruh data keuangan dan akuntansinya. Bakan dengan sister yang terintegrasi dengan departemen lain, AIS dapat mencakup banyak fungsi lain selain keuangan. 

Dengan perkembangan teknologi AIS banyak yang sudah menggunakan metode berbasis komputer, yang lebih akurat dalam melacak aktivitas akuntansi.  Karena sistem komputer bekerja lebih sistematis yang telah dikombinasikan dengan sumber daya teknologi informasi lainnya. 

Setidaknya ada lima komponen yang harus terangkum dalam sebuah sistem informasi akuntansi, dan masing-masing diantaranya saling mendukung satu sama lain. Mulai dari hardware, software, telekomunikasi, database dan juga SDM yang bertugas. Secara garis besar antara satu dan lain komponen saling berhubungan dan saling mendukung.

Kesimpulan

Dari pembahasan ini Anda bisa tahu bahwa mempelajari beberapa jenis akuntansi tersebut, dapat membantu menjalankan dan mengembangkan bisnis Anda. melihat peranannya yang cukup besar, ada baiknya Anda beralih ke sistem komputer yang lebih akurat dan efisien. 

Dari 6 jenis akuntansi yang dibahas ini, seluruhnya salih berhubungan dan berkesinambungan. Tak heran jika dalam sebuah perusahaan ada berbagai divisi yang menangani kebutuhan akuntansi perusahaan tersebut. Hal ini semata-mata untuk memudahkan dan menjembatani bisnis mencapai tujuan.

Related posts

Deplesi Adalah Beban Penipisan dalam Akuntansi: Definisi, Jenis, dan Faktor

admin

4 Kendala Proses Akuntansi yang Sering Terjadi Pada Pebisnis UKM

Iskandar Rumi

Pentingnya Menghitung Gross Profit Margin Dalam Sebuah Bisnis

admin