Image default
Akuntansi

Metode Pencatatan Akuntansi: Pengertian, Jenis dan Cara Memilihnya

Bagi Anda yang merupakan seorang pebisnis namun tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi, persoalan keuangan bisnis bisa jadi hal yang menakutkan untuk Anda. Dan tergantung pada bisnis Anda, metode akuntansi yang digunakan bisa berbeda karena harus cocok dengan kebutuhan dan jenis bisnis Anda. 

Jadi, apa saja metode pencatatan akuntansi yang biasa digunakan? Dan bagaimana cara memilih metode yang paling sesuai untuk pembukuan bisnis Anda?

Apa Itu Metode Pencatatan Akuntansi?

Apa itu metode pencatatan akuntansi
Sumber: Pexels

Metode pencatatan akuntansi mengacu pada seperangkat aturan yang harus dipatuhi perusahaan saat menyimpan catatan keuangannya dan melaporkan transaksi keuangan. Transaksi yang dicatat secara akurat mencerminkan pendapatan sebenarnya. 

Ada dua metode dasar dalam pencatatan akuntansi, di antaranya akuntansi basis kas dan akuntansi basis akrual.

Baca Juga: 8 Siklus Akuntansi UMKM yang Harus Pebisnis Pahami

Berdasarkan metode kas, pendapatan dan beban dilaporkan dan dikurangkan masing-masing pada tahun pajak diterima dan dibayar. Di sisi lain, pencatatan akuntansi dengan metode akrual, baik pendapatan maupun beban umumnya dilaporkan pada tahun pajak saat realisasi, terlepas dari kapan diterima.

Macam-Macam Metode Pencatatan Akuntansi

Jenis metode pencatatan akuntansi
Sumber: Unsplash

Sebelum mulai menerapkan, Anda perlu memutuskan metode pencatatan akuntansi yang akan Anda gunakan untuk bisnis Anda. Ada dua metode akuntansi, yakni berbasis kas dan berbasis akrual.

1. Akuntansi Berbasis Kas

Seperti namanya, faktor yang mendasari akuntansi berbasis kas adalah kas itu sendiri. Metode ini merupakan yang paling sederhana dari dua metode. Dengan metode akuntansi berbasis kas, Anda hanya dapat menggunakan akun tunai. 

Ini berarti Anda dapat mencatat hal-hal seperti uang tunai, pengeluaran, dan pendapatan. Namun, Anda tidak dapat melacak liabilitas jangka panjang, pinjaman, atau inventaris.

Di sini, transaksi dicatat setiap kali Anda menerima pembayaran tunai dari pelanggan, atau setiap kali Anda menggunakan uang tunai perusahaan dalam bentuk pengeluaran atau pembayaran vendor. Berikut adalah contoh yang menggambarkan metode ini dengan transaksi penjualan dan pembelian:

Transaksi penjualan:

Katakanlah Anda adalah menjalankan bisnis penjualan karpet, dan Anda telah berhasil menjual karpet senilai Rp. 1.000.000 kepada klien pada tanggal 1 Agustus. Saat itu, klien Anda melakukan pembayaran tunai pada tanggal 5 Agustus.

Dalam akuntansi berbasis kas, Anda mencatat transaksi penjualan pada tanggal 5 Agustus, yakni saat Anda menerima uang tunai.

Transaksi pembelian:

Misalnya Anda membeli karpet dari vendor Anda seharga Rp800.000 pada tanggal 10 Juli. Untuk pembelian ini, Anda melakukan pembayaran tunai hanya pada tanggal 6 Agustus. Di sini, Anda mencatat transaksi pembelian pada tanggal 6 Agustus, yakni ketika Anda membayar tunai.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam metode pencatatan akuntansi berbasis kas. Kelebihannya yang pertama adalah tidak mengharuskan Anda untuk memiliki pengetahuan akuntansi yang luas dan kesederhanaannya memungkinkan Anda untuk mempertahankan akun Anda tanpa harus menyewa seorang akuntan.

Metode ini juga tidak memerlukan software akuntansi, karena Anda dapat menyelesaikan tugas akuntansi dengan buku kas sederhana, atau dengan spreadsheet. Keuntungan yang paling penting adalah memberikan gambaran yang akurat tentang jumlah uang yang ada di perusahaan Anda pada waktu tertentu.

Sedangkan kekurangannya adalah meningkatkan kemungkinan kesalahan, karena tidak ada mekanisme pemeriksaan kesalahan bawaan. Selain itu, metode ini juga tidak bisa jadi acuan untuk mengetahui posisi keuangan Anda karena tidak menghasilkan laporan laba rugi dan neraca.

Baca Juga: Gambaran Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

2. Akuntansi Berbasis Akrual

Dalam metode pencatatan akuntansi berbasis akrual, transaksi dicatat bukan saat kas masuk atau keluar, tetapi saat dimulai. Dengan sistem ini, Anda mencatat pendapatan saat Anda mendapatkannya, dan pengeluaran saat Anda mengeluarkannya, terlepas dari kapan pembayaran dilakukan.

Mari ambil ilustrasi yang sama seperti di atas, tetapi terapkan metode berbasis akrual.

Transaksi penjualan:

Anda menjual karpet senilai Rp. 1.000.000 kepada klien Anda pada tanggal 1 Agustus dan klien Anda melakukan pembayaran pada tanggal 5 Agustus. Perbedaan dalam akuntansi berbasis akrual adalah Anda mencatat transaksi penjualan pada tanggal 1 Agustus, yaitu pada saat karpet laku terjual.

Transaksi pembelian:

Anda membeli karpet dari vendor Anda seharga Rp. 800.000 pada tanggal 10 Juli. Tapi, Anda melakukan pembayaran pada tanggal 6 Agustus. Di sini, Anda mencatat transaksi pembelian pada tanggal 10 Juli itu sendiri, yakni pada saat Anda melakukan pembelian.

Bagi Anda pemilik bisnis yang menjual secara kredit, menggunakan metode pencatatan akuntansi berbasis akrual bisa sangat menguntungkan. Pasalnya, Anda dapat mencatat transaksi dan melacak faktur bahkan jika Anda belum menerima uang tunai untuknya.

Metode ini juga memudahkan Anda melacak utang Anda kepada vendor dan utang klien Anda kapan saja. Anda juga bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang posisi keuangan Anda melalui metode ini. 

Itu karena basis akrual memungkinkan Anda membuat laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi, yang merupakan kunci untuk mengetahui posisi bisnis Anda.

Tapi sayangnya, metode ini tidak cocok untuk manajemen arus kas yang efisien. Karena transaksi tidak dicatat pada saat yang sama saat uang ditransfer, sulit untuk mengetahui berapa banyak uang tunai yang Anda miliki pada waktu tertentu.

Selain itu, Anda perlu menggunakan akuntansi entri ganda jika Anda mengikuti basis akrual. Ini membuat akuntansi Anda jadi lebih rumit, karena setiap transaksi harus dicatat di bawah minimal dua akun. 

Cara Memilih Metode Pencatatan Akuntansi yang Cocok 

Cara memilih metode akuntansi
Sumber: Pexels

Setelah mengetahui tentang dua metode pencatatan akuntansi beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing, lantas bagaimana cara memilih metode yang paling cocok dengan bisnis Anda? Untuk menentukan metode mana yang paling sesuai, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Skala Bisnis

Faktor penting yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih metode akuntansi yang cocok adalah skala bisnis Anda. Jika bisnis yang Anda jalankan berskala kecil atau dipegang oleh kepemilikan tunggal atau pribadi, mungkin metode akuntansi berbasis kas akan lebih cocok.

Sebaliknya, skala bisnis Anda sudah besar, maka disarankan untuk menggunakan metode pencatatan akuntansi berbasis akrual.

2. Sistem Entri Penjurnalan

Memilih metode akuntansi juga bergantung pada sistem entri penjurnalan yang Anda gunakan. Pada bisnis berskala kecil umumnya masih menggunakan sistem akuntansi entri tunggal karena jumlah transaksi per harinya masih tergolong sedikit. Maka dari itu, metode akuntansi berbasis kas lebih direkomendasikan.

Adapun bisnis yang berskala besar serta menangani transaksi keuangan dalam jumlah relatif besar setiap hari, biasanya membutuhkan sistem entri ganda. Bahkan kebanyakan perusahaan tersebut menggunakan software akuntansi agar lebih akurat. Untuk bisnis ini, metode akuntansi berbasis akrual akan lebih cocok.

3. Sistem Penjualan yang Digunakan

Jika Anda tidak menjual barang / jasa secara kredit, Anda disarankan untuk memilih metode pencatatan akuntansi berbasis kas. Sebaliknya, jika perusahaan Anda memberikan layanan kredit kepada pelanggan dan membiarkan mereka membayar nanti dari faktur, Anda direkomendasikan untuk menerapkan metode akuntansi akrual.

Baca Juga: Pengertian Saldo Normal Akuntansi, Fungsi, Jenis dan Cara Menentukannya

Itulah penjelasan tentang pengertian dari dua metode pencatatan akuntansi dan cara memilihnya untuk bisnis Anda. Dengan mengetahui tentang dua metode ini, Anda bisa membandingkan dan memutuskan metode mana yang paling sesuai.  

Namun, untuk hasil yang lebih akurat, ada baiknya Anda coba gunakan metode akrual. Sayangnya, banyak pebisnis yang kesulitan menerapkan metode ini. Tapi kabar baiknya, kini telah hadir software akuntansi yang mampu mempermudah Anda dalam proses mencatat dan membuat laporan keuangan bisnis Anda.

Software tersebut adalah Accurate Online. Fitur yang disediakan sangat lengkap dan user friendly sehingga Anda dapat dengan mudah mengoperasikannya tanpa harus menjadi ahli dalam bidang akuntansi. Untuk membuktikannya langsung, silahkan coba free trial Accurate Online selama 30 hari di sini. 

 

Related posts

Perbedaan Pengertian Akuntansi Menurut AAA, AICPA, Para Ahli beserta Ruang Lingkup dan Batasannya

admin

Investasi Software Akuntansi Terbaik yang Bikin Bisnis Auto Profitable

admin

Perhatikan! 3 Alasan Pebisnis Segera Merubah Strategi Akuntansi Bisnis

Iskandar Rumi