Image default
Akuntansi

Biaya Marginal dan Pentingnya untuk Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, biaya marginal merupakan perubahan total biaya produksi yang berasal dari penambahan satu unit produksi. Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda perlu menghitung harga pokok produksi.

Tidak hanya itu saja,  Anda juga menghitung seluruh komponen biaya lainnya seperti biaya marginal. Tujuan dari menghitung marginal untuk merencanakan harga dan biaya produksi yang perlu dikeluarkan perusahaan.

Pada umumnya marginal terjadi akibat adanya penambahan atau pengurangan dari satu unit produk. Selain itu, marginal cost selalu berhubungan dengan pendapatan marginal.

Pengertian Biaya Marginal

Memahami Biaya marginal

Biaya marginal adalah biaya tambahan yang wajib dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk setiap pembuatan unit tambahan dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Cara menghitung marginal bisa didapatkan dari biaya produksi tetap dan biaya variabel. Biaya produksi variabel akan dimasukkan di dalam perhitungan marginal. Sedangkan, biaya tetap akan dimasukkan pada perhitungan jika diperlukan untuk membuat produk tambahan.

Baca Juga: Penting! 5 Prinsip Akuntansi Modern yang Harus Dipahami Pemilik Bisnis

Pentingnya Menerapkan Biaya Marginal

Semua orang yang terlibat dalam dunia bisnis tentu harus mengetahui bagaimana cara menghitung marginal. Perhitungan marginal harus dilakukan sebelum proses produksi, sehingga perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat bisa mengetahui berapa jumlah target output yang diperlukan.

Seorang manajer biasanya akan mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsional. Bahkan, seorang manajer juga bertanggung jawab dengan keputusannya seputar harga pokok pesanan, pembelian, investasi, pegawai, pemasaran, dan lainnya.

Tentunya dalam mengambil keputusan seorang manajer membutuhkan data dan evaluasi dari seluruh pihak yang sudah terlibat. Oleh karena itu, sangat penting memastikan seluruh data biaya dan pendapatan terekam dengan baik, sehingga bisa dijadikan sebagai landasan untuk mengambil keputusan penting terkait dengan finansial.

Membuat laporan keuangan merupakan salah satu cara dalam mengambil keputusan yang tepat bagi sebuah perusahaan. 

Jenis-jenis Biaya Marginal

Umumnya, data berkaitan dengan jenis biaya pada produksi, seperti biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap biasanya tidak akan berubah seiring adanya peningkatan produksi. Sementara itu, biaya variabel berada pada situasi yang sebaliknya.

Biaya variabel tergantung dari hasil produksi dan jumlah konstan per unit yang nantinya diproduksi oleh perusahaan. Pada saat volume produksi dan output meningkat, maka biaya variabel akan meningkat. 

Contoh dari biaya variabel adalah komisi penjualan dan  biaya sumber daya manusia langsung serta bahan baku.

Sedangkan, biaya tetap adalah sebuah biaya konstan yang terlepas dari adanya keluaran produksi dan tidak ada hasil outputnya, seperti gaji karyawan, biaya sewa, asuransi, dan perlengkapan kantor.

Rumus dari Biaya Marginal, yaitu:

Biaya Marginal = Perubahan biaya dibagi Perubahan kuantitas

Perubahan Biaya

Perubahan biaya adalah biaya produksi yang meningkat atau menurunnya pada setiap tingkat produksi, selama kurun waktu tertentu. Khususnya, bila kebutuhan untuk melakukan produksi yang lebih banyak atau lebih sedikit.

Jika pembuatan unit tambahan diperlukan adanya perekrutan satu atau dua pekerja guna meningkatkan biaya bahan baku, maka bisa dipastikan akan ada perubahan dalam biaya produksi secara keseluruhan.

Dalam menentukan biaya perubahan, maka harus mengurangi biaya produksi yang ada selama proses produksi pertama. Hal ini juga dilakukan dari biaya produksi untuk gelombang berikutnya saat ada peningkatan produksi.

Perubahan Kuantitas

Dalam beberapa tingkatan produksi, umumnya jumlah barang yang diproduksi bisa meningkat ataupun menurun. Sehingga menentukan perubahan kuantitas, harus melakukan perhitungan pada jumlah barang yang dibuat pada proses produksi pertama.  Selanjutnya, akan dikurangi dari volume output yang dibuat dari proses produksi berikutnya.

Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Laporan Keuangan bagi Perusahaan dan Bisnis

Rumus

Adapun rumus marginal yang sering digunakan oleh perusahaan adalah:

MC = ∆TC / ∆Q

Keterangan:

MC= Biaya marginal 

∆TC= Perubahan biaya total

∆Q= Perubahan kualitas barang dan jasa 

Tahap Menghitung

Ada 3 tahap untuk menghitung marginal yaitu:

Tentukan Perubahan Kuantitas

Ketika ingin menghitung marginal, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu jumlah dari total biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk perusahaan. Jumlah dari biaya tetap setidaknya harus sama dengan seluruh analisis biaya. 

Oleh karena dari itu, langkah pertama untuk menghitung marginal adalah menentukan titik di mana biaya tetap menjadi berubah.

Menghitung Perubahan Biaya

Setelah mengetahui perubahan kuantitas produksi, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah menghitung perubahan biaya. Perubahan biaya ini diperoleh dari pengurangan total biaya produksi lama dan total biaya produksi baru. 

Jumlah dari total biaya produksi bisa diperoleh dari penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel.

Menghitung

Biaya marginal adalah biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk tambahan. Dengan kata lain, marginal dihitung untuk mengetahui kenaikan biaya untuk setiap tambahan unit produksi. 

Hasil dari marginal bisa diperoleh dengan membagi biaya produksi dan perubahan kuantitas produk.

Cara Menghitung Biaya Marginal

Setelah mengetahui rumus marginal, Anda bisa lebih mudah mengetahui cara menghitungnya untuk perusahaan. Berikut Ini contoh perhitungan yang akan memudahkan Anda dalam menghtiung biaya tersebut.

Sebuah perusahaan PT. Sejati mengeluarkan biaya sebanyak Rp500 juta untuk menghasilkan 2000 unit meja. Saat jumlah produksi mencapai 3000 unit, maka perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp800 juta untuk memproduksinya.

Berapakah jumlah marginal pada produksi meja tersebut?

Diketahui:

∆TC = Rp800 juta – Rp500 juta

∆TC = Rp300 juta

∆Q = 3000 unit – 2000 unit

∆Q = 1000 unit

Penyelesaian:

MC = ∆TC / ∆Q

MC = Rp. 300.000.000 / 1000 unit

MC = Rp300.000 per unit

Maka biaya marginal produksi meja tersebut sebesar Rp300.000. Berarti total biaya meningkat menjadi Rp300.000 dengan produksi satu meja.

Sebagai pemilik usaha, penting sekali Anda melacak dan memahami berbagai biaya yang berubah akibat perubahan volume dan tingkat output. Tentu rincian biaya ini menentukan tingkat harga layanan dan membantu aspek lain dari strategi bisnis secara keseluruhan.

Dengan memperhatikan semua perhitungan biaya marginal usaha, tentunya akan membuat Anda mendapatkan perhitungan yang tepat atas segala biaya produksi dari penambahan unit yang terjadi. 

Kesimpulan

Menghitung biaya marginal bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan oleh setiap perusahaan. Tetapi sangat cocok dilakukan untuk jenis perusahaan manufaktur untuk menentukan harga dan biaya produksi yang dikeluarkan.

Perlu diketahui, untuk menghasilkan laba lebih maksimal perusahaan perlu memastikan bahwa pendapatan dan marginal harus sama.

Anda juga perlu menggunakan software akuntansi yang tepat untuk menghasilkan perhitungan marginal yang valid dan akurat. Salah satunya dengan menggunakan software Accurate Online. Anda akan lebih mudah dalam mendapatkan laporan keuangan perusahaan.

Jika Anda tertarik dengan software Accurate Online. Anda bisa untuk mencoba pengalaman menggunakan Accurate Online selama 30 hari gratis atau langsung meminta pengajuan demo kepada Meets.Solution.

Related posts

Tahapan Proses Akuntansi dalam Perusahaan

admin

Aplikasi Pembukuan untuk Koperasi Simpan Pinjam

admin

Bisnis Lebih Barokah dengan Penerapan Sistem Akuntansi Syariah

admin